Blog ini pindah ke http://agusskacaribu.net
Install Firefox pada openSUSE
Desember 24, 2008Tak dipungkiri Firefox merupakan browser paling favorit berdasarkan polling netter.
Fasilitasnya yang dapat dikatakan ‘lain’ dari browser yang lain seperti tools ChatZilla untuk chatting, DownThemAll! yang mendukung resume download, cukup layak dijadikan browser pilihan.
Untuk OS Windows instalasi Firefox cukup mudah, lain hal dengan OS Linux, ada step-step yang harus dilalui. Berikut step by step instalasi Firefox web browser di openSUSE (juga dapat diaplikasikan pada distro lain). Baca entri selengkapnya »
Mau duit… ya kerja, jangan cuma mimpi !!!
Nopember 1, 2008Cukup banyak program money game yang ditawarkan internet. Jika anda ketikkan kata cari uang pada mesin pencari google maka terpampang cukup banyak situs yang menawarkan money game, program investasi, mlm atau sejenisnya. Saya tertarik (lebih tepatnya menaruh curiga) pada salah satu situs yakni http://www.investasimandiri.com dan http://www.asiabersama.com Kedua situs ini sama, perbedaannya cuma pada penggunaan rekening bank dan jumlah nilai transfer. Sesuai dengan namanya, satu menggunakan Bank Mandiri dan yang satunya menggunakan Bank BCA. Cara kerja kedua situs ini adalah dengan cara mentransfer sejumlah uang ke 4 (empat) nomor rekening yang direferensikan setelah mendaftar pada website replika yang menjadi sponsor calon investor berikutnya. Saya coba mencari investor-investor melalui google yang telah memiliki website replika dan coba mendaftar pada investor-investor tersebut dan hasilnya seperti dibawah ini, Baca entri selengkapnya »
Step by step kiwi ltsp openSUSE
Oktober 1, 2008Akhirnya warnet kami resmi memakai openSUSE 11.00 + KIWI-LTSP, Setelah pesanan CDnya datang, saya langsung install di my kompie. Memang gampang install openSUSE 11.0. namun tak selamanya instalasi berjalan mulus. Instalasi pertama dicoba di motherboard Asus P5GC-MX/GBL tidak berjalan sesuai dengan keinginan karena ethernet card onboard (eth0) tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kalau dilihat dari Network Devices | Network Setting | Overview, ethernet card dikenali dengan baik namun itupun kadang timbul kadang tenggelam dan lampu led indikator koneksi pada ethernet card tidak menyala. Setelah googling, permasalahannya memang ethernet card tersebut tidak dapat berjalan dengan baik untuk instalasi dengan platform 32 bit (mohon koreksi kalau keliru). Karena ada motherboard yang lain, saya coba instalasi menggunakan motherboard tsb. (saya lupa merknya) akhirnya ethernet card VT6102 [Rhine-II] (onboard) berfungsi dengan baik, openSUSE mengenali dan memberikan kernel modul via-rhine.
Windows vs Linux
September 27, 2008Windows atau Linux…
Aku dan istriku hampir tidak ngomongan ketika aku dengan sepihak memutuskan untuk migrasi sistem operasi warnet kami (sebetulnya belum layak sih dikatakan warnet) yang mempunyai sistem operasi Win XP (yang pastinya bajakan) menjadi Linux. Server dan client (4 client) sama-sama menggunakan sistem operasi Win XP, sekat antar client juga masih seadanya, pemakainya juga masih serombongan (maklum anak ecempe dan cema-cema). Rumah kontrakan kami yang sekaligus dijadikan tempat usaha mulai dari cetak foto digital, rental komputer dan turunannya beserta warnet yang masih jauh dari standar warnet sebenarnya, cukup menolong sebagai tambahan penghasilan sampingan selain dari gajiku PNS golongan III-a yang cukup pas-pasan. Bermula dari rasa khawatir adanya sweeping OS bajakan dan keingintahuanku akan sistem operasi alternatif membuatku googling siang malam, begadang sampai subuh, badan masuk angin dan terkadang sampai kebawa mimpi. Aku coba distro Zenwalk dan turunannya Zencafe yang kata para pakarnya cukup ringan untuk dipakai oleh compie spek rendah. Sebelumnya aku menggunakan software BeTwin (yang juga tentu bajakan) sehingga dengan satu CPU bisa dipakai oleh dua user. Berangkat dari software BeTwin aku ingin mengaplikasikan konsep tersebut pada Linux. Googling lagi, ternyata ada yang namanya multiseat. Dengan bermodalkan google dan semangat menganjinghitam aku coba mengoprek sistem ini, memang bisa namun kurang stabil dan sering hang (mungkin karena compiku yang memang kelas jangkrik). Aku coba dengan LTSP, kali ini distro yang menjadi kelinci percobaan Ubuntu tepatnya Edubuntu. Bisa juga (2 client dapat mengakses server secara bersamaan) tapi cuma bertahan sebentar, saat boot pertama client dapat mengakses DHCP Server, setelah shutdown lalu start lagi client bergeming (DHCP Server not found). Googling lagi dan sampai tulisan ini diturunkan masih belum ketemu solusinya. Terakhir aku coba openSUSE KIWI-LTSP sekarang masih tahap instalasi server dan baru mencicipinya. Karena pelanggan warnet kami yang notabene anak sekolahan masih sibuk mencari artikel untuk tugas sekolahnya, aku masih mengurungkan niatku untuk migrasi. Kasihan anak sekolah dan kami (penghasilan berkurang) jika ngoprek pada saat jam-jam sibuk. Mudah-mudahan belum ada yang sweeping. Rencanaku liburan panjang ini mau ngoprek lagi. Go Open Source !!!
Ditulis oleh agus s kacaribu
Ditulis oleh agus s kacaribu
Ditulis oleh agus s kacaribu 